Rabu, 17 September 2014

PUBLIC SPEAKING


Ada yang menarik pada TOT Selasa (16/9) yaitu pembahasan tentang public speaking, dipresentasikan dengan lugas, cerdas, energik, prima, lancar, dan excellent oleh Helvany Amsa, S.Pd (24), di merupakan Dosen di Universitas Andalas yang juga tenaga pengajar LP3I Nanggalo Padang. Bertempat di gedung kaca milik Yayasan Adzkia Sumatera Barat, peserta TOT dibuat terpana oleh presentasi memukai yang disampaikan oleh narasumber muda ini.

Awalnya Fany agak canggung berhadapan saat sampai di lokasi, selanjutnya berhadapan dengan guru-guru yang sudah senior, baik dari segi pengalaman mengajar atau umur beda jauh, hal itu memang diakuinya, namun atas nama profesionalitas, kegugupan itu tidak nampak sama sekali. Ia memberikan materi lancar sekali seperti air mengalir.

Selama kurang lebih dua jam pelatihan, penulis berhasil merangku poin-poin yang disampaikan oleh narasumber tentang tips bagaimana berbicara di hadapan public, biasanya awal bicara di depan umum setiap orang pasti gugup apalagi untuk pertama kali seluruh tubuh rasanya tidak berhenti menggigil, pembicara professional pun mengalami hal yang sama, Cuma bedanya adalah dia bisa mengatasi masalah gugup tersebut dengan cepat, dia bisa menguasai keadaan,  jika anda pembicara professional bagaimana kita tahu? jantung yang berdetak kencang kembali normal, jika fasenya sudah seperti ini, maka seorang pembicara sudah menguasai panggung, selanjutnya bisa memperhitungkan seberapa sukses bisa diraih , rasa pede tidak terlalu berlebihan karena seorang pembicara profesionalisme harus memperhatikan ini, pembicara professional akan menyisakan rasa takut dalam hati dan pikiran saja.

Bagaimana tekhnik meningkatkan  confident? lakukan riset, riset bertujuan untuk memantau seperti apa hadirin atau jama’ah, anak sekolah, mahasiswa, atau dewasa umum, ini terkait dengan metode penyampaian pidato yang hendak di sampaikan di hadapan public itu sendiri. selanjutnya latihan di depan kaca, anggaplah orang yang ada di dalam kaca adalah hadirin.

Menjadi Effective communication ada 3 hal yang harus dipersiapkan, yaitu, preparation persiapan dan perencanaan awal akan menentukan sukses atau tidaknya penyampaian materi, kedua practice setelah disiapkan bahan dan materi, maka berlatihlah untuk menyampaikannya, ibarat simulasi kecil atau gladi resik, dan yang ketiga adalah presence apabila langkah yang pertama dan kedua sudah dilalui dengan baik, maka tampillah anda dengan prima.

Untuk tampil prima, bayangkan selalu rasa sukses dalam benak anda . targetkan untuk tidak melewatkan kesempatan pertama berbicara di depan public dengan hasil yang nendang dan sukses

Ada beberapa alasan mengapa kita harus menguasai public speaking yaitu, banyak orang sukses berawal dari good speaker-tuntutan zaman dan teknologi-tuntutan profesi-persaingan yang semakin ketat.

Faktanya, kemampuan berbicara di depan umum berkembang dengan latihan dan praktek, jika begitu apa sebenarnya yang menghalangi kita untuk berlati dan praktek? penyebab aslinya : rasa gugup akibat berbagai rasa takut. Semua itu akan hilang, jika anjuran-anjuran yang sudah dibaca tadi bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. rin_zahi@yahoo.com




Selasa, 16 September 2014

BERDO’A


Siswa SDIT Adzkia sedang khusyu' berdo'a bersama setelah mengerjakan sholat sunnat Dhuha
Do’a adalah senjatanya orang beriman, ia merupakan bentuk butuhnya hamba kepada sang Khaliq, karena makhluk sifatnya rendah, hina, dan tiada berdaya di hadapan Allah Yang Maha Agung. Maka orang yang tidak mau berdo’a termasuk manusia sombong, seolah-olah ia tidak butuh pertolongan Allah, seolah-olah ia sudah hebat, bisa mengerjakan sesuatu dengan sendiri, padahal semua yang terjadi pada alam ini dan dirinya atas kehendak Allah SWT. maka berdo’alah kepada Allah, sesungguhnya Allah akan mengabulkan do’a orang-orang yang ikhlas dan sungguh-sungguh berdo’a.

Apa itu do’a? pengertian do’a menurut situs;
http://zoelkiflyunismuh10wordpres.wordpress.com/2013/03/19/pengertian-doa/ “do’a adalah permohonan kepada Allah SWT yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya.”

Kenapa harus berdo’a? karena do’a merupakan jembatan yang menghubungkan hati makhluk dan Khaliq, melalui do’a inilah cara makhluk mendekat pada Sang Khaliq, orang yang sering berdo’a maka segala keinginannya akan dicukupi oleh Allah, sebaliknya orang yang jarang bahkan tidak pernah sama sekali berdo’a maka selalu merasa kekurangan, contoh orang yang selalu kekurangan adalah, selalu mengeluh, mengeluh, dan mengeluh meskipun sudah banyak nikmat yang dikecap.

kapan waktu mustajabnya do’a? ada tiga, pertama, antara azan dan iqamah, pada saat ini kerjakanlah sholat sunnat qabliyah, usai sholat selanjutnya berdo’alah, jangan sia-siakan kesempatan yang mulia ini, namun disaat ini banyak orang-orang yang lalai. Kedua, diwaktu dhuha, disaat ini juga banyak orang-orang yang lalai, entah karena sibuk bekerja, sekolah, kuliah, dan kesibukan lain sebagainya, nah, walau sibuk, luangkan juga waktu untuk mengerjakan dhuha 2 raka’at atau 4 raka’at, barangsiapa yang mau mengerjakannya, maka Allah akan mencukupkan nikmatnya pada hari itu. Ketiga, sepertiga malam yang terakhir, waktu ini kira-kira jam 03.00 Wib dini hari. Waktu ini sangat berat bagi seorang insan untuk bangun lalu sujud, karena berat tantangannya, yaitu melawan kelopak mata yang tidak bisa diajak kompromi, namun barangsiapa yang bisa melawan kantuk untuk bangun dan sujud, maka pahala yang disediakan oleh Allah juga istimewa.

Bagaimana cara berdo’a agar dikabulkan Allah? hendaklah sebelum berdo’a bersuci terlebih dahulu, mengerjakan sholat wajib dan sunnat, berprasangka baik kepada Allah bahwa do’a itu pasti dikabulkan, mengosumsi makanan dan minuman yang halal dan baik, mengerjakan segala perintahnya dan meninggalkan semua larangannya.

Saudara-saudara kita di Gaza Palestina sana yang digempur oleh militer Israel habis-habisan dari darat, laut, dan udara, secara hitungan matematis Gaza akan hancur dalam beberapa menit, tetapi tidak hingga saat ini Gaza masih berdiri tegak lurus, mereka tidak hancur oleh gempuran rudal-rudal yang ditembakkan oleh militer Israel, pertanyaannya, kenapa negeri kecil itu bisa selamat dari gempuran ganas Israel? jawabannya adalah mereka punya Allah SWT sebagai penolong yang dipanggil melalui do’a, do’a, dan do’a. rin_zahi@yahoo.com


Embun Penyejuk Hati

Senin, 15 September 2014

DO’A GURUKU MAKBUL


Andi adalah seorang siswa di salah satu SMP, dia termasuk anak yang rajin dan patuh. Setiap pelajaran diikutinya dengan baik. Namun ketika belajar matematika Andi sering mengalami kesulitan. Walaupun demikian dia tidak pernah bolos ke sekolah serta selalu mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.

Kenapa Andi tetap mau belajar dengan gurunya? Padahal ia selalu mengalami kesulitan-kesulitan, kemudian tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya sering tidak selesai, apa rahasianya?  Ternyata ada motivasi dan integritas hebat dibalik sosok guru yang mengajarkan Andi. Setiap Andi mengalami kesulitan,  gurunya selalu mengatakan andi pasti bisa, Andi hebat, andi lebih hebat dari ibu. Subhaanallah, walaupun ini kelihatannya biasa-biasa saja tapi hasilnya luar biasa dimata Andi. Ini lah yang membuat Andi selalu mengikuti pelajaran dan nasehat dari guru-gurunya.

Ada satu hal yang sangat menarik dan selalu teringat oleh Andi sampai sekarang, bahkan dia merasakan   gurunya itu seakan berada dekat dengannya. Seiring dengan motivasi yang diberikan,  gurunya  juga mendo’akan Andi agar menjadi guru matematika yang hebat pada suatu hari nanti. Ketika gurunya mengatakan ibuk do’akan Andi bisa menjadi guru matematika yang hebat, Andi termenung dan berkata dalam hati, kenapa ibu mendoa’kan aku menjadi guru matematika? padahal aku selalu kesulitan dalam mempelajarinya, kenapa tidak menjadi guru mata pelajaran yang lain saja yang mudah aku pahami?

Pertanyaan itu terjawab setelah Andi menamatkan bangku kuliah dan Andi bisa menjadi guru matematika yang hebat. Terima kasih guru ku......do’aku selalu menyertaimu.
(Roni)



SISWA BERPRESTASI



Yamsina Haunan
Khalifah Mustafa dan Hasbi Walmuhtadi























Pagi Senin (15/9) usai apel pagi, bertempat di lapangan basket di samping gedung sekolah, Waka Kesiswaan SDIT Adzkia 1 Madinah Ustadz Ronika Putra mengumumkan nama-nama siswa berprestasi, ada dua bidang prestasi yang berhasil diraih yaitu bidang Al-Qur’an dan kepenulisan. Kedua prestasi ini membanggakan warga Adzkia.

Untuk kategori Al-Qur’an, Khalifah Mustafa yang mewakili kecamatan Padang Utara berhasil meraih juara I untuk kategori tahfiz 1 Juz, Khalifah yang tercatat sebagai siswa kelas IV Khandaq 3 ini dikenal sebagai anak yang ceria, walau ceria hafalan dan tajwidnya berkualitas, terbukti setelah mengikuti MTQ tingkat Kota Padang kemaren. Sedangkan kategori tartil Hasbi wal Muhtadi berhasil menduduki peringkat 3, Hasbi panggilan akrabnya selain dikenal bacaan Al-Qur’annya bagus, ia juga tercatat sebagai muazzin di Mushalla Hidayah Kalumbuk dan Thampiss di Purus Kebun.

Sementara itu di bidang lain, seorang siswi bernama Yamsina Hawnan secara diam-diam menulis cerita yang pada akhirnya dibukukan. Bakat terpendamnya ini mengejutkan semua pihak termasuk guru-guru di sekolah.

“Silahkan antum menuangkan bakat antum melalui tulisan puisi, cerpen, cerbung, dan silahkan dikumpulkan ke pihak sekolah.” Ujar Wakasis. “kedepannya, kita akan menghidupkan kembali mading-mading di sekolah ini,” kata ustadz Ronika melanjutkan.

Sekolah sangat mendukung siswa untuk berprestasi didalam bidang apapun dengan cara memfasilitasi siswa tersebut, usaha-usaha yang dilakukan sekolah di antaranya dengan menjalankan kegiatan ekstrakurikuler saat ini ada 7 ekskul yang berjalan, yaitu bola, tenis meja, melukis, beladiri, nasyid, badminton, dan marching band, ini semua adalah wadah yang memudahkan anak-anak untuk menyalurkan bakat-bakat yang mereka miliki, untuk berprestasi mengharumkan nama sekolah.

Kedepannya, akan diprogramkan kepenulisan untuk pemula, ini sudah diprogramkan oleh humas unit SDIT Adzkia, siswa-siswi berbakat menulis akan dipilih untuk menjadi tim yang tergabung dalam penulis cilik Adzkia. Sekolah mempunyai harapan besar, agar lahir penulis-penulis besar dari Adzkia. Semakin banyak jumlah penulis, maka akan semakin memudahkan pihak sekolah untuk merangkum setiap karya-karya mereka, harapan humas SDIT Adzkia kedepan, semoga lahir karya-karya yang berbentuk buku untuk dibaca oleh warga di dalam sekolah pada khususnya dan orang luar sekolah pada umumnya.

Embun Penyejuk Hati




Minggu, 14 September 2014

PEMBERIAN REWARD KEDISIPLINAN GURU


Sabtu (13/9) bertempat di ruang PSB lantai tiga SDIT Adzkia Madinah kepala sekolah menyerahkan reward kedisiplinan guru, reward ini diberikan kepada guru-guru yang disiplin datang pagi hari. Tujuan pemberian reward ini untuk memotivasi guru-guru agar tingkat kedisiplinannya  meningkat. Sedangkan bila datang terlambat hingga lebih 45 menit, maka akan dipotong Rp 100 / menitnya, sedangkan bila dalam satu hari tidak mengambil absen sidik jari juga mendapat denda yaitu, Rp 5.000,. “Aturan ini dibuat, bukan untuk menakut-nakuti ustadz-ustadzah, tapi untuk kebaikan kita bersama.” Ujar kepala sekolah.

Jumlah guru-guru yang menerima reward untuk bulan Agustus ini meningkat drastis yaitu 37 guru, jauh dibandingkan bulan Juli yang hanya 15 dan bulan Juni yang hanya 7 guru. “ini kabar gembira bagi kita semua, saya pribadi merasa sangat senang karena tingkat kehadiran meningkat!” ungkap kepala sekolah.

Kriteria kehadiran yang diberikan reward adalah mendapat nilai A+ dan A, untuk A+ mendapatkan paket berisi minyak goreng dan roti, sedangkan A mendapat gula pasir dan teh. Usai pemberian hadiah, ada salah seorang guru memberi masukan, “Ustadz, bukannya kita tidak bersyukur dengan adanya pemberian hadiah ini, cuma hadiah ini langsung habis dimakan, saran ana kalau bisa hadiahnya berupa benda yang bisa dipakai lama,” Kata ustadzah Afrida Neli.

“Ya boleh, insyaallah untuk bulan depan, kita usahakan hadiah dengan yang dimaksudkan tadi!” ujar kepala sekolah.

Kepala sekolah juga menjabarkan, betapa sulitnya memperjuangkan kenaikan nilai reward ini, “dulu reward untuk A+ sebesar Rp 12.500 sedangkan A hanya Rp 10.000, sekarang ada peningkatan, untuk A+ Rp 20.000 dan  untuk A Rp 15.000.”

Disamping reward, uneg-uneg lain juga disampaikan seperti kenaikan gaji guru, mereka berharap ada jenjang yang jelas, serta angka-angkanya harus disesuaikan dengan kebutuhan layak hidup. Hal ini disampaikan, karena jumlah kenaikan gaji berkala tidak terlalu signifikan. Harapan semuag guru-guru baik di SD maupun di unit-unit lain, Semoga yayasan bisa mempertimbangkan.


Embun Penyejuk Hati

Sabtu, 13 September 2014

PENERIMAAN RAPOR BULANAN DIUNDUR


Mulai diterapkannya kurikulum 2013 di SDIT Adzkia Padang merupakan kabar gembira bagi warga sekolah, karena kurikulum 2013 ini penekanannya tidak lagi nilai semata, tetapi karakter peserta didik yang lebih ditonjolkan, jika sebelumnya dalam setiap penerimaan rapor orang tua walimurid akan diperlihat angka-angka yang diperoleh anak selama belajar, maka pada kurikulum 2014 ini tidak lagi demikian, karena penilaian yang diterapkan pada kurikulum ini adalah pendeskripsian tentang anak yang dituangkan di dalam rapor bulanan dan semester.

Kurikulum 2013 menilai 3 aspek, pertama pengetahuan, yaitu penilaian dari sisi kognitif anak, yang kedua keterampilan anak dari berbagai aspek, mahir menyanyi, melukis, bermain peran, maju ke depan kelas, dan lain sebagainya, dan yang terakhir penilaian sikap, ini adalah yang terpenting,  berkaca pada kurikulum sebelumnya, banyak siswa yang nilainya tinggi tetapi akhlaknya bobrok, sudah dewasa dan bekerja mereka korupsi, artinya nilai tidak lagi menjadi acuan utama, maka penilaian sikap ini memang harus dikawal oleh guru yang bersangkutan, bagaimana kejujuran, keberanian, aklaq terpujinya, ini penting bagi anak baik di masa sekarang dan masa mendatang.

Namun bagaimanapun juga, kendala tetap ada, seperti kurang siapnya guru untuk memberikan rapor bulanan sesuai dengan yang dijadwalkan semula yaitu pada Sabtu 13 September 2014. Hal ini disebabkan banyak faktor, kurang pahamnya guru-guru karena belum teradaptasi total dari KTSP ke Kurikulum 2013, singkatnya waktu, aplikasi yang belum siap dari tekhnisi komputer sekolah, dan banyak lagi perkara lainnya.

Guru-guru di sekolah mengakui, jika rapor tetap dibagikan pada tanggal 13 September 2013, mereka akan kewalahan menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari orang tua walimurid. Oleh karena itu, guru-guru harus dibekali lagi agar paham seluruhnya, sehingga tidak lagi membingungkan orang tua.

Untuk menjawab permasalahan-permasalahan itu, Jum’at (12/9) sore setelah sholat ashar, pihak sekolah mengundang Bapak Syarifudin, MA dari LPMP Sumbar untuk menjadi narasumber tentang penilaian ini, mulai dari penilaian per pembelajaran, per sub tema, per tema, bulanan, dan rapor semester. Hal ini mendesak dilakukan, karena pada Oktober 2014 nanti rapor bulanan pertama sudah harus dibagikan.

Banyak ustadz-ustadzah yang bertanya, semuanya dijawab oleh bapak Syarif, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan singkat ini meskipun hari sudah sore, sudah jamnya pulang dan santai-santai di rumah, tetapi untuk ilmu pengetahuan, berkorban waktu adalah hal yang lumrah bagi orang-orang yang haus ilmu. rin_zahi@yahoo.com

Embun Penyejuk Hati


Jumat, 12 September 2014

SUJUD


Gara-gara perkara sujud, iblis diusir oleh Allah dari syurga. Lah, bagaimana ceritanya? Kejadian bermula, ketika Allah Swt menciptakan manusia bernama Adam, usai diciptakan Allah menyuruh kepada malaikat dan jin untuk sujud kepada Adam. Mereka sujud semuanya kecuali iblis, ia enggan sujud karena merasa dirinya lebih baik dibandingkan Adam.

“Kenapa engkau tidak bersujud kepada Adam, ketika Aku menyuruhmu?!” Tanya Allah saat itu.

“Aku lebih baik dari pada dia, dia engkau ciptakan dari tanah sedangkan aku Engkau ciptakan dari api!” Jawab iblis enteng.

Allah murka, “Enyahlah engkau dari syurga, tidak sepantasnya makhluk sombong sepertimu berada di dalamnya!”

Pembaca yang budiman, sebenarnya perintah sujud kepada Adam tidak sama sujudnya seorang hamba kepada Allah, tetapi sujud penghormatan, karena tidak selayaknya makhluk menghamba kepada makhluk, itu sama saja syirik.

Orang yang selama hidupnya di atas dunia tidak pernah sujud, sama saja ia telah sombong, orang yang sombong seolah-olah tidak butuh Allah, padahal anugrah dan karunia yang ia nikmati semuanya berasal dari Allah, udara yang dihirup adalah karunia Allah, gratis tidak usah bayar, bayangkan jika harus membayar setiap kali desahan nafas, sekaya apapun manusia tidak akan sanggup untuk menebusnya, air yang kita minum juga gratis, hujan turun dari langit, air sungai, mata air dan lain sebagainya juga gratis alias free of charge. Dan banyak lagi nikmat yang lain, seandainya kamu menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan sanggup untuk menghitungnya.

Melatih anak sejak dini untuk sujud adalah amanah yang harus diemban oleh orang tua, begitupun siswa di sekolah, itu adalah amanah yang harus diemban oleh guru. Banyak orang pintar tapi sombong, kenapa? karena tidak pernah sujud kepada yang memberi kepintaran. Atau boleh jadi ia sujud, tetapi tidak termanifestasi didalam kehidupannya sehari-hari. Sujud sama saja artinya tidak sujud, sesungguhnya orang yang benar-benar sujud akan tercermin dalam kehidupannya, baik, tenang, tenteram, damai, dan menyenangkan siapapun.

Sujud adalah bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT, betapa rendah, hina, dan tiada berdayanya kita di hadapan Allah Yang Maha Agung, kita meminta, memohon, dan berharap hanya kepada-Nya. Sebagai orang yang beriman, wajib meyakini dengan seyakin-yakinya Allah lah penolong yang tak lekang dek paneh tak lapuk dek hujan.

Embun Penyejuk Hati


Kamis, 11 September 2014

POLISI CILIK SDIT ADZKIA TAMPIL MEMUKAU


Setelah menunggu cukup lama dari pagi hingga acara yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, Kapolda Sumbar beserta jajarannya datang ke lokasi, mereka bertinda sebagai juri untuk penilaian Polisi Cilik, Polisi Lalu Lintas, dan kinerja Polresta Padang.  

lahir tumbuh dan berkembangnya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia sejak proklamasi, Polri telah dihadapkan pada tugas-tugas yang unik dan komplesk. Selain menata keamanan dan ketertiban masyarakat di masa perang. Polri terlibat langsung dalam pertempuran melawan penjajanh dan berbagai operasi militer bersama-sama satuan angkatan bersejata yang lain. Kondisi seperti ini dilakukan oleh Polri karena polri lahir dengan peralatan senjata yang relatif lebih lengkap. Pada hari ini, tinggal melanjutkan cita-cita perjuangan pendahulu di republik ini.

Bertempat di saung Tuah Sakato polresta Padang, siswa-siswi SDIT Adzkia yang mewakili polresta Padang tampil dengan sangat baik dan memukai penonton yang ada di sana. Pada awalnya sempat diragukan karena waktu latihan yang diberikan hanya satu minggu saja, apalah yang dapat dengan waktu sebegitu jika dibandingkan dengan polisi cilik asal Pesisir Selatan yang sudah latihan selama dua tahun belakangan. Tapi, berkat kegigihan pelatih, pendamping, guru-guru di sekolah, dan semua pihak yang terkait, kegiatan lomba ini tidak mengecewakan.

Setelah lomba ini, ilmu yang sudah didapat selama latihan bisa diaplikasikan kepada teman-teman di sekolah, mereka adalah contoh bagi teman-teman mereka, karena mereka sudah membuktikan yang terbaik untuk mengharumkan nama sekolah.

Orang tua juga bangga dengan prestasi anak-anaknya, apapun yang dilakukan, hendaklah dengan sungguh-sungguh, Allah tidak melihat seberapa banyak yang sudah dilakukan, tetapi yang dilihat adalah seberapa kesungguhan seorang hamba dalam berjuang, berusaha, dan berdo’a kepada-Nya.
Salam polisi cilik!


Embun Penyejuk Hati

Rabu, 10 September 2014

PEMERIKSAAN KERAPIAN KUKU


Seorang dokter kecil sedang memeriksa kuku
adik-adiknya
Rabu (10/9) bertempat di lapangan basket pada pagi ini, diadakan kegiatan pemeriksaan kerapian kuku siswa oleh dokter kecil, kegiatan pemeriksaan ini merupakan bagian tugas yang harus dilaksanakan oleh siswa-siswi dokter kecil sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali seminggu, anak-anak yang kukunya rapi dipersilahkan memasuki kelas, sedangkan yang kukunya panjang ditinggalkan dulu di lapangan lalu diberi sanksi berupa mengambil sampah atau pun sanksi lain.

Dokter kecil yang sudah dibentuk dua tahun lalu sampai saat ini masih exis sampai sekarang, adapun jadwal rutin pelatihan siswa dokter kecil ini diadakan dua kali sebulan pada hari Sabtu yang langsung dibina oleh dokter puskesmas Kuranji.

Dokter kecil SDIT Adzkia saat ini berjumlah 50 siswa, dengan adanya dokter kecil ini, peran mereka sangat mendukung program adiwiyata sekolah dalam hal kesehatan, lingkungan yang sehat kondusif untuk belajar anak, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman.

Mereka dilatih disiplin dalam segala hal, karena pada dasarnya dokter bertugas tidak hanya pada hari kerja seperti kebanyakan orang-orang, tetapi kerja dokter adalah sepanjang waktu dibutuhkan, maka untuk menjadi dokter ini merupakan panggilan jiwa untuk menolong sesama.

Kebersihan kuku mencerminkan kebersihan diri anak secara keseluruhan, karena kuku adalah salah satu bagian tubuh yang selalu tumbuh dan panjang, sehingga harus dipotong paling tidak satu minggu sekali, supaya kuman-kuman tidak masuk dan bersarang di dalamnya sehingga bisa menimbulkan penyakit bagi anak itu sendiri.

Dokter kecil adalah siswa yang memenuhi kriteria dan telah terlatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.Perubahan perilaku hidup sehat di sekolah dasar adalah memaksimalkan peran dokter kecil yang telah dibentuk ini.
Mereka bertugas untuk menyampaikan pesan –pesan higinitas, mengajak teman-temannya untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta menjadi teladan bersih dan sehat bagi siswa Sekolah Dasar lainnya.
Untuk menunjang pelaksanaan Dokter Kecil dalam menjalankan peran dan fungsi  mereka di sekolah maka disusunlah panduan bagi para fasilitator yang akan melakukan pelatihan bagi para dokter kecil.  Dengan menggunakan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan para siswa yang mengikutinya.  Pelatihan dokter kecil ini  mengadopsi cara belajar secara cepat dengan menggunakan basis pengalaman hidup yang konkrit dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari berkaitan dengan kebersihan diri, kebersihan lingkungan dan kesehatan mulut dan gigi. Adapun prinsip belajar yang digunakan dengan melibatkan para siswa untuk mengamati, mendengar, merefleksikan, melakukan dan merayakan. 
Embun Penyejuk Hati

Selasa, 09 September 2014

SESI LATIHAN TERAKHIR POLCIL

Tarian Pingguin yang merupakan penutup senam lalu
lintas dimainkan dengan baik oleh polcil-polcil ini
Menjelang penampilan polisi kecil besok Rabu, 10 September 2014 maka pada hari Selasa ini (9/9) Peserta Polcil menjalani sesi latihan terakhir untuk memantapkan gerakan dan mental. Karena besok mereka akan tampil di hadapan Kapolda Sumbar yang sekaligus bertindak sebagai inspektur dan juri.

Karena sulitnya mencari waktu yang tepat dan situasi yang kondusif, maka diputuskanlah untuk latihan ini dimulai pada jam 08.00 Wib hingga zhuhur, setelah itu peserta polcil ini dibolehkan pulang untuk memulihkan stamina menjelang tampil besok.

Masih bertempat di lapangan basket di samping kiri gedung sekolah, suasana pagi ini cukup kondusif, karena pada saat latihan ini anak-anak yang lain sedang belajar di kelas masing-masing, “Kondusifnya suasana itu akan sangat mempengaruhi konsentrasi polcil ini,” ujar Kakak Tarmizi yang merupakan pelatih.

Dengan didampingi oleh waka kesiswaan Ustadz Ronika Putra dan Pembina Polcil Ustadz Aswandi, ikut serta berada di lapangan mengawasi dan membantu apa-apa saja yang dibutuhkan oleh pelatih dan anak.

Strategi untuk menang didalam lomba polcil ini sudah disusun sedemikian rupa walau mendadak dan kurang siap dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya, untuk menang tidak hanya butuh pintar, tapi hebat dalam mengatur strategi, meskipun waktu latihan yang cuma seminggu ini cukup membuat jungkir balik pusing tujuh keliling dibuatnya, belum lagi dengan memperhatikan kondisi kesehatan anak, kemudian membuat kiat-kiat tertentu agar mereka tidak bosan menjalani latihan yang panjang serta melelahkan. Dibalik mendesak dan tergesa-gesanya waktu ini, ada hikmah tersendiri betapa waktu itu sangat berharga meskipun satu detik berlalu.

Polisi kecil yang akan bertarung nanti menjadi tumpuan sekolah agar menjadi panutan teman-temannya di sekolah. Mereka adalah contoh teladan bagi mereka dalam hal apapun, mulai dari disiplin berbaris, tenang belajar, makan dan minum sambil duduk, dan  yang lain sebagainya, jika  ada teman-temanya yang melanggar aturan yang sudah diterapkkan oleh sekolah maka polisi kecil inilah yang akan menindak langsung sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Polcil ini otomatis menjadi kaki tangan sekolah untuk membantu mendisiplinkan warga sekolah, ini juga adalah pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka yang tak terlupakan sampai kapanpun.

Bila sistem telah berjalan dengan baik dan benar maka kelak akan kita lihat, Adzkia akan menjadi tertib, indah, nyaman, dan damai. Bukan mustahil, sekolah ini menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lainnya. Untuk mewujudkan semua itu, jika kita menanam kita berhak menunggu hasilnya, jika hasilnya sudah nampak maka nikmatilah hasilnya itu dengan tersenyum bahagia.


Embun Penyejuk Hati

Senin, 08 September 2014

ATRAKSI POLISI KECIL DI HADAPAN SISWA DI LAPANGAN SEKOLAH

Atraksi polisi kecil di lapangan basket samping sekolah
Unjuk kebolehan atau unjuk gigi ini merupakan salah satu rangkaian uji mental peserta polisi kecil SDIT Adzkia yang tergabung dalam tim 1 sebelum terjun lomba pada Rabu, 10 September 2014 nanti. Di sini mereka menunjukkan apa-apa yang telah diraih selama latihan intensif satu minggu terakhir, bahkan selama dua hari kemaren mereka dilatih penuh di lapangan Polresta Padang.

Pada hari Senin siswa-siswi  yang biasanya mengisi kegiatan dengan upacara atau apel pagi sontak mendapat hiburan tak terduga dari teman-teman mereka polisi kecil ini, mereka menyambut dengan tepuk tangan meriah berkali-kali.

Para pembimbing, pembina, dan pelatih dari kepolisian turut hadir pagi-pagi ke sekolah demi menyaksikan  penampilan Polcil binaanya.Karena memang kemaren Minggu mereka juga sudah meniatkan untuk datang menyaksikan langsung.

Kepala sekolah dalam sambutanya sebelum dimulai atraksi menyebutkan, bahwa polisi kecil ini mewakili polresta Padang dalam rangkaian lomba polisi kecil se-Sumatera Barat, yang mana dalam hal ini kegiatan sudah dimulai di kabupaten lain, Insyaallah kita mendapat jadwal pada hari Rabu,” Imbuhnya, “mohon dukungan kita semua, agar anak-anak kita ini berhasil menjadi yang terbaik, sehingga bisa mengharumkan nama sekolah dan polresta Padang.” lanjutnya.

Bertempat di lapangan basket samping kiri gedung sekolah, penampilan polcil ini semakin meriah saat masuk ke  senam pingguin. Riuh tepuk tangan siswa dan guru membahana, termasuk guru-guru SMPIT Adzkia yang merupakan tetangga turut tertawa. Karena gerakan tarian pingguin ini lucu, seperti cara pingguin berjalan itu yang dipraktekkan oleh polisi kecil ini.

Masih ada waktu dua hari lagi pemantapan latihan, pada hari ini atribut dan kelengkapan akan diberikan semua kepada peserta yang tergabung dalam polisi kecil ini. Untuk latihan sore ini direncanaka di depan asrama SMPIT Adzkia tepi sungai Batang Kuranji. Sukses untuk polisi kecil Adzkia, mohon do’anya!


Embun Penyejuk Hati.

Minggu, 07 September 2014

LATIHAN POLCIL AKHIR PEKAN

Polisi Kecil SDIT Adzkia Latihan di Polresta Padang dengan pelatih profesional dari Saka Bhayangkara
Ketika anak-anak yang lain tengah menikmati libur bersama keluarga tercinta baik di dalam ke luar kota, bisa kuliner sedap, beli pakaian baru, beli oleh-oleh, berfoto-foto dan lain sebagainya, maka tidak demikian dengan 21 siswa-siswi SD Adzkia ini yang merupakan tim 1 Polisi Kecil menghabiskan momen liburan di akhir pekan ini dengan latihan seharian penuh di Polresta Padang.

Sebelum jam 08.00 Wib anak-anak sudah sampai di depan polres, pada saat yang bersamaan di lapangan Bapak-Ibu Polisi sedang sedang apel pagi. Usai  apel pagi barulah anak-anak disuruh masuk oleh Ibu Endriyani yang merupakan Polwan di sana sekaligus pembina polisi kecil. Di ruang simulator SIM anak-anak beserta pendamping menunggu pelatih.

Tarmizi, salah seorang pelatih mengatakan “tujuan melatih anak-anak di tempat ini agar anak-anak maksimal dibandingkan dengan latihan di sekolah, karena tempat juga mempengaruhi situasi dan psikologi anak”
adapun waktunya dimulai dari jam 08.00-16.00 Wib. Hal ini terpaksa dilakukan, karena jadwal lomba yang semula tanggal 16 September 2014 dimajukan menjadi tanggal 8 September 2014, maka otomatis untuk mempersiapkannya tinggal 2 hari lagi, kemudian pada Sabtu (6/9) Endriyani menelepon Kapolda meminta klarifikasi tanggal berapanya, maka pada hari itu juga didapat jawaban, untuk Kota Padang lomba pada hari Rabu, 10 September 2014. Dengan diundur 2 hari dari jadwal tadi cukup melegakan semua pihak, baik sekolah, pelatih, dan polres.

Karena latihan yang cukup berat seharian, anak-anak pada hari sebelumnya sudah diminta untuk membawa bekal dari berupa snack dan makan siang dari rumah masing-masing. Jadwal latihan di Polres ini direncakan selama 2 hari, dengan jam yang sama.

Bapak Ef menuturkan, “untuk melatih anak-anak SD kami cukup kewalahan, apalagi SD Adzkia, kalau SD Negeri jika diberikan aba-aba siap maka mereka akan berdiri lurus dengan siap, sangat berbeda dengan Adzkia, kita butuh tenaga dan cara yang ekstra menyiapkannya, maka untuk solusi ini, kami meminta yang melatih adalah kakak-kakak dari Saka Bhayangkara.”

Kemaren diajarkan sebanyak 25 gerakan, ada senamnya juga. Bahkan yang sangat menarik adalah senam pingguin. karena lucu, anak-anak sangat suka hingga meminta pelatih untuk mengulang-ngulang kembali.

Salah seorang pendamping dari Adzkia mengatakan, “jika anak-anak sudah menyukai sesuatu, maka ia tidak lagi menghiraukan waktu yang berlalu dan tidak lagi merasakan penat tubuh walau hari sudah siang.”

Prediksi kakak-kakak pelatih, mudah-mudahan Polisi Kecil dari SDIT Adzkia ini bisa masuk dalam 3 besar. Seandainya terwujud, ini akan mengharumkan nama sekolah dan Kota Padang.


Embun Penyejuk Hati

Sabtu, 06 September 2014

LATIHAN POLISI KECIL

Semakin dekatnya waktu lomba Polisi Kecil se-Sumatera Barat, siswa-siswi SDIT Adzkia yang ditunjuk sebagai perwakilan Polresta Padang melaksanakan latihan pun semakin intensif. Adapun sistem lomba tidak dipusatkan pada satu tempat seperti yang umum dilakukan dalam perlombaan apapun, maka ditunjuk tuan rumah pada satu tempat tertentu, tapi sistem lombanya lomba polcil kali ini tidak demikian, polcil akan tampil di lapangan Polres masing-masing kabupaten kota se-Sumatera, maka bapak Kapoldalah yang akan datang langsung ke polres-polres untuk menilai dengan hari yang berbeda-beda. Adapun giliran tampil polcil Padang dijadwalkan pada Rabu, 10 September 2014.

SDIT Adzkia ditunjuk mewakili Polresta Padang karena dianggap paling siap dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain yang ada di kota ini, pada tahun 2011 lalu Ustadz Aswandi selaku Pembina polcil SDIT Adzkia datang langsung ke polresta mengajukan proposal Mou kerjasama didalam pembinaan.

Dari 52 gerakan yang maka yang dilombakan hanya 15 saja. Dibawah pelatih professional dari bhayangkara meskipun latihan berat anak-anak dilatih dengan sangat enjoy, sehingga tidak terasa letih walaupun sudah terlalu sore pulang sekolah.

Di depan asrama SMPIT Adzkia yang berada persis di pinggiran sungai batang Kuranji adalah tempat yang sangat cocok untuk latihan, tempat latihan yang biasanya di lapangan basket setelah melihat kondisi teryata tidak kondusif, disamping banyak anak-anak lain yang lalu lalang, posisinya yang dekat dengan kantin membuat peserta polcil ini selalu jajan setiap waktu, sehingga cukup mengganggu konsentrasi mereka. Di Tepi sungai ini angin sepoi-sepoi membuat anak-anak semakin ceria. Sebanyak 21 anak yang tergabung dalam tim 1 mengikuti kegiatan ini dengan semangat 45, Kak Tarmizi dan kak Richard membina mereka secara bergantian.

Harapan semua pihak baik sekolah, orang tua, ataupun polres sendiri agar penampilan polcil ini pada Rabu nanti bisa membawa nama baik Kota Padang di tingkat Sumatera Barat.


Embun Penyejuk Hati

Jumat, 05 September 2014

KEGIATAN DHUHA BERSAMA

Pada kesempatan ini, pembaca diajak untuk melihat program unggulan lain yang diterapkan oleh SD Islam Terpadu Adzkia seperti kegiatan Dhuha bersama di masjid. Ini termasuk program rutin mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi menjelang proses belajar mengajar di kelas. Adapun hari-hari biasa siswa-siswi melaksanakan di kelas  dengan diawasi oleh wali kelas masing-masing.

Dibawah pengawasan ustadz-ustadzah anak-anak memang diperhatikan mulai dari awal hingga akhir, dari takbir hingga salam. Ini penting, karena kesempurnaan sholat harus diawali dari usia dini, hingga ketika ada yang salah langsung diperbaiki. Ini adalah tanggung jawab berat yang harus diemban dengan baik.

Sholat dhuha memiliki keutamaan-keutamaan yang luar biasa, mau tahu keutamaan-keutamaannya?

Pertama, sholat dhuha 2 raka’at senilai 360 sedekah “setiap pagi setiap ruas anggota tubuh kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya, setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah, semua itu dapat diganti dengan sholat dhuha 2 rakaat” (HR. Muslim) Ya Allah sungguh rugi penulis dan pembaca jika meninggalkannya satu kali saja.

Kedua, sholat dhuha 4 raka’at membawa kecukupan sepanjang hari, Allah Azza wajalla berfirman, “Wahai anak Adam janganlah engkau luput dari 4 raka’at diawal harimu, niscaya aku cukupkan untukmu disepanjang hari itu” (HR.Ahmad) Subhanaallah, bagi yang mengeluhnya sepanjang hari, cobalah kerjakan dhuha yang 4 raka’at ini, maka Allah akan mencukupkan untukmu rezeki pada hari itu, Allah mampu, karena tidak ada yang mustahil bagi Allah, jika sudah cukup, pastilah keluh kesah itu akan  hilang.

Ketiga, menjaga sholat Dhuha dicatat sebagai awwabin. Rasulullah Saw bersabda, “tidaklah menjaga sholat dhuha kecuali orang yang awwab (orang yang kembali ta’at) inilah sholat awwabin.

Masih mau meninggalkan dhuha? jika jawabannya ya, maka orang yang meninggalkan itu tidak berhak mendapatkan fasilitas-fasilitas yang disebutkan di atas tadi.

Disamping keutamaan mengerjakan sholatnya, Berdo’a pada waktu dhuha termasuk mustajab, karena diwaktu-waktu ini banyak manusia lengah mengingat Tuhannya. Kita tentu tahu, bahwa musibah sering datang dikala dhuha ini, seperti Tsunami Aceh, terjadi dikala Dhuha, gempa Yogyakarta juga sama. Mungkin ada yang bilang kebetulan, Hal itu merupakan sesuatu yang biasa, tetapi dalam kamus Allah tidak ada kata-kata kebetulan, karena semua kejadian di atas dunia ini sudah tercatat di Lauhul Mahfudz.

Maka selagi nafas masih berhembus, jangan pernah sia-siakan untuk menunaikan ibadah sunnat yang satu ini.

Harapan kita semua, semoga anak-anak yang yang sudah dididik sekarang bisa dipetik hasilnya 10 atau 15 tahun nanti, kita akan terkagum-kagum dengan mengatakan “Dahsyat!” (Rin_zahi)


Embun Penyejuk Hati

Kamis, 04 September 2014

KEGIATAN POLISI KECIL

Polisi kecil sedang mengatur lalu lintas dalam
Komplek Yayasan Adzkia
Sejak mula dibentuk pada tahun 2012 lalu, polisi kecil yang merupakan ide ketua Adiwiyata SDIT Adzkia bersama waka kesiswaan saat itu serta mendapat dukungan penuh oleh kepala sekolah mulai menampakkan hasil. Keberadaan polisi kecil ini sangat dibutuhkan untuk membantu sekolah didalam menegak disiplin warga sekolah.

Pada waktu itu, polisi kecil diseleksi dari ratusan anak yang mendaftar, adapun syarat-syaratnya adalah sudah minimal kelas 3 dan maksimal kelas 5, untuk memilih calon polisi ini dimulai dari tes kompetensi akademik, kepribadian, dan sikap anak yang baik menurut guru, orang tua dan teman-teman. Bahkan calon polisi yang sudah lulus pun diberi kesempatan selama 3 bulan untuk menunjukkan sikap sungguh-sungguhnya mengemban amanah yang diberikan.

Hanifah Akmal, salah seorang polisi kecil menuturkan, jumlah peserta polisi kecil di SD Adzkia ini ada 30 siswa. Polisi ini mendapat binaan rutin setiap bulan baik dari Polresta Padang, Saka Bhayangkara, dan Polsek Kuranji. Lebih lanjut Hanifah mengatakan, menjelang lomba polisi kecil pada tanggal 16 September 2014 nanti, latihan-latihan kepolisian semakin diintensifkan, bahkan menjadi 4 kali dalam seminggu, adapun waktu-waktunya Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, pada hari-hari sekolah latihan dimulai setelah ashar sekitar pukul 16.00 Wib hingga menjelang maghrib, sedangkan Sabtu, dimana siswa libur sekolah maka latihannya dimulai pada pagi hari sekitar jam 08.00-10.00 Wib.

Didalam melaksanakan tugas, penanggung jawab polisi kecil yang dalam hal ini langsung waka kesiswaan sudah menyusun jadwal-jadwal piketnya. Di jalanan dalam komplek Yayasan Adzkia, sudah ditunjuk beberapa orang diantara mereka, mereka mengatur lalu lintas dengan dibantu oleh Satpam Yayasan Adzkia serta diawasi langsung oleh Pembina mereka. Di masjid mengatur teman-teman mereka sholat serta menindak mereka yang tidak tertib atau ribut selama berada di dalam masjid, kemudian di lapangan saat upacara atau pun apel pagi, peran serta mereka sangat dibutuhkan dalam merapikan teman-temannya dalam baris berbaris, dan yang tidak kalah pentingnya adalah, dengan terbentuknya polisi kecil ini, sangat membantu program adiwiyata yang sudah dicetus pada tahun 2011 lalu.

Melalui program polisi kecil ini, sekolah mendukung penuh terhadap minat dan bakat anak dari dini, boleh jadi menjadi polisi dimasa depannya adalah cita-cita mereka, maka mereka sudah memulai pengalaman itu dimasa kecilnya. Mudah-mudahan ini adalah jembatan yang memuluskan mereka untuk menggapai cita-cita itu. (Rin_zahi)


Embun Penyejuk Hati

Rabu, 03 September 2014

MURAJA’AH 40 HADIST RASULULLAH

Setiap pagi masing-masing kelas mempunyai pembiasaan tersendiri di kelas menjelang pembelajaran dilaksanakan. Kelas I sesudah berdo’a melanjutkan dengan mengulang-ngulang do’a-do’a ringan harian, kelas II mengulang-ngulang hadist 40 Rasulullah SAW yang berbeda-beda setiap harinya, Kelas membaca hafalan do’a sesudah sholat, kelas 4 almatsurat pagi, kelas 5 bacaan sholat jenazah, dan kelas 6 do’a sholat jenazah. Begitulah kegiatan rutin setiap pagi yang dilaksanakan oleh anak-anak di SD Islam Terpadu Adzkia Padang.

Pembiasaan ini tidak terlepas dari upaya pendahulu atau pendiri lembaga pendidikan ini yang disebut dengan assabiqunal awwalun dalam mengusung misi dakwah. Karena rutinnya pembiasaan ini membuat anak-anak bisa secara otomatis hafal dengan sendirinya tanpa dipaksa. Sebenarnya lebih baik sedikit demi sedikit yang rutin dibandingkan banyak tapi hanya dilakukan sekali dan tidak pernah diulang-ulang lagi. Untuk membiasakan hal yang belum biasa membutuhkan waktu, tenaga, upaya, dan usaha yang sungguh-sungguh.

Siswa-siswi kelas II Bashrah 3 membaca hadist dari buku PIB
mereka masing-masing
Kelas II pembiasaan pagi yang dilaksanakan adalah membaca hadist Rasulullah yang 40, untuk memudahkan penghafalan dan menghemat waktu pagi yang singkat, maka jumlah yang 40 dibagi menjadi 2 semester, untuk semester I sebanyak 20, dan semester II juga 20.

Jika dirinci selama semester I ini anak-anak di kelas II membaca 4 hadist setiap hari jika dikalikan 5 hari maka anak-anak sudah mengulang-ngulang sebanyak 20 hadist. Dengan cara ini anak-anak memang lebih mudah menangkap. Ketika ditagih pada akhir tema, semua anak bisa membacanya dengan baik.

Hadist 40 Rasulullah mengandung arti dan makna yang bagus, di dalamnya mengandung akhlak kepada Khalik dan makhluk, tentang keutamaan orang-orang yang membaca Al-Qur’an Aqidah dan tauhid, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hadist adalah salah satu pedoman dari 2 pusaka hidup yang diwariskan oleh Rasulullah, seperti dalam sabdanya; Telah aku tinggalkan dua perkara kepadamu yang selamanya kamu tidak akan tersesat untuk selama-lamanya yaitu, Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah.

Intinya adalah pengamalan dari hadist yang sudah dihafal, tidak hanya dilisan tapi juga dalam perbuatan. Ini juga merupakan harapan dari orang tua wali murid yang sudah mempercayakan anaknya di SDIT ini tidak hanya menjadi cerdas lahiriyah tapi juga cerdas secara ruhiyah. Seimbang dunia dan akhiratnya.


Embun Penyejuk Hati

GURU KREATIF

GURU KREATIF Oleh : Husni S, Ag.  S enin   11 Rabi’ul Akhir 1441 H,   bertepatan dengan 9 Desember 2019, merupaka...